Kembali Menulis

Sudah sekian lama saya tidak menulis, mengisi Blog yang sudah saya buat ini. Bahkan Blog ini pun baru saya buka kembali setelah sekian lama. Bukan karena gak ada waktu untuk menulis sech, tapi memang beberapa minggu, bahkan beberapa bulan terakhir ini saya sama sekali tak memiliki keinginan untuk menulis.

Yach, saya memang belum bisa dikatakan sebagai seorang penulis, untuk dikatakan sebagai penulis amatir pun tidak pantas. :p  ini karena untuk menulis saya masih tergantung dengan mood. Kalau moodnya lagi bagus, sekali duduk di depan komputer, saya bisa memposting satu tulisan. Tapi kalau lagi gak mood, jangankan satu tulisan, menulis satu kalimatpun tidak. Dan hasilnya, Blog ini pun menjadi terbengkalai. -_-

Menulis itu, buat saya, memang gampang – gampang susah. Kadang idenya sudah ada, tapi begitu menulis, ditengah jalan idenya tiba – tiba ilang, dan terpaksa tulisannya juga berhenti di tengah jalan. Kadang juga, ada ide, tapi gak tau gimana cara menuangkannya ke dalam sebuah tulisan. Kadang iri juga sech, melihat teman yang bisa menulis dengan mudahnya, bisa menuangkan ide – idenya kedalam bentuk tulisan dengan lancar. Dan kadang saya pun sering bertanya – tanya, kok dia bisa ya, menulis dengan begitu mudah dan lancarnya? Tapi akhirnya semua kembali lagi pada satu kenyataan, kalau setiap orang itu berbeda – beda, dan memiliki kelebihan dan kelemahannya masing – masing, jadi tak ada gunanya iri dengan kemampuan orang lain, tapi seharusnya kita tetap terus berusaha untuk menjadi lebih baik, dari waktu ke waktu. 🙂

Advertisements

Ibu Rumah Tangga

Beberapa hari ini aku harus mengurus rumah dan menjaga adik – adikku karna Mama dan Papa sedang berada di Jawa mengantarkan salah satu adikku yang melanjutkan sekolah di SMA Budi Utomo, Gading Mangu, Perak Jombang. Terasa sekali beratnya mengurus segala pekerjaan rumah, termasuk masak -karna memasak adalah salah satu kegiatan yang tidak kusukai- dan menjaga adik – adikku.

Aku jadi bisa sedikit merasakan bagaimana perjuangan Mamaku selama ini, mengurus rumah dan anak – anaknya. Aku yang baru menjalaninya selama seminggu  saja sudah merasa lelah dan kewalahan, bagaimana dengan Mama yang sudah bertahun – tahun menjalaninya. Hebatnya, Mama tidak pernah sekalipun mengeluh meski dengan beban kerja yang begitu berat, dan tanpa gaji sama sekali.

Yupz, seorang Ibu memang begitu hebat. Mereka tidak pernah mengeluh dengan beban kerja yang berat, meskipun mereka tidak pernah mendapat gaji sepeserpun. Padahal, apabila dibandingkan dengan pekerjaan lainnya, Ibu Rumah Tangga adalah pekerjaan yang paling berat dan semestinya dibayar dengan gaji yang paling tinggi. Bagaimana tidak, seorang Ibu Rumah Tangga, melakukan hampir semua pekerjaan rumah tangga, dari Pagi hingga Malam. Bandingkan dengan pekerja lain, pegawai kantoran misalnya, yang bekerja hanya dari jam 8 pagi, sampai jam 4 sore.

Tapi, meskipun para Ibu Rumah Tangga ini berhak mendapatkan gaji yang layak, mereka tak pernah sekalipun menuntutnya (beda dengan beberapa pekerja yang sering berdemo menuntut kenaikan gaji). Ya, semua pekerjaan itu mereka lakukan dengan ikhlas, dengan senang hati, dengan tanpa meminta balasan sedikitpun. Kalaupun ada bayaran yang mereka inginkan, itu adalah kebahagiaan anak – anaknya, senyum anak – anaknya. Betapa mulianya seorang Ibu.

Girl in the Mirror

Aku bercermin, dan terkejut mendapati aku hampir tak dapat mengenali sosok gadis yang membalas menatapku dari balik cermin. Dia begitu suram, terlihat sangat sedih. Seolah – olah gadis itu sudah tak pernah lagi tersenyum sejak bertahun – tahun lalu, seolah tak ada lagi kebahagiaan yang dirasakannya.

Aku memejamkan mata untuk beberapa saat, berharap sosok dicermin yang tampak muram itu hanya imajinasiku belaka, hanya khayalanku saja. Tapi ketika aku kembali membuka mata, sosok yang menatapku ternyata masih sama, masih muram. Aku mencoba tersenyum, berharap dia pun juga akan ikut tersenyum. Dia memang tersenyum, tapi senyum yang diberikannya tampak sangat dipaksakan. Senyumnya seolah menyimpan sejuta kesedihan yang telah terpendam bertahun – tahun lamanya. Matanya seolah menyimpan berjuta air mata yang ditahannya agar tak jatuh membasahi pipinya.

Hei, apa sebenarnya yang ada dalam pikiranmu? Kenapa begitu muram? Kenapa begitu sedih? Kemana dirimu yang dulu selalu tampak ceria, selalu tersenyum, selalu bisa tertawa lepas? Apa mungkin kamu sudah lupa bagaimana caranya bahagia? sudah lupa bagaimana caranya tersenyum, tertawa? Aku rindu, rindu ingin melihat senyummu lagi, ingin mendengar tawamu lagi.

Harry Potter and the Chamber of Secret

Harry Potter tak pernah menyangka liburan musim panasnya tahun ini akan menjadi buruk. Dengan tidak adanya surat dari teman – temannya, dia merasa dilupakan. Selain itu, dia juga didatangi seorang peri rumah (Dobby) yang memperingatkannya untuk tidak kembali ke Hogwarts. Bahkan karna kekacauan yang dibuat Dobby, Harry mendapat surat peringatan dari kementrian sihir.

Kepergian Harry ke Hogwarts pun mendapat rintangan. Entah kenapa, dia dan Ron Weasley tidak dapat masuk ke peron 9 3/4, tempat kedatangan kereta sihir Hogwarts Expert. Dengan berani, Harry dan Ron pun mencuri mobil Ford Anglia tua terbang milik keluarga Weasley dan menerbangkannya ke Hogwarts. Tak ayal, Harry dan Ron pun mendapat hukuman dari sekolah.

Petualangan Harry ternyata tidak berhenti sampai disitu. Dia juga harus menghadapi guru yang sok terkenal, Gilderoy Lockahrt, dan pengagumnya, Collin Creevey. Selain itu, Hogwarts juga dilanda permasalahan, lepasnya monster legenda slytherin, yang menyebabkan beberapa siswa hogwarts berubah menjadi batu, termasuk sahabat Harry, Hermione Granger.

mendapati dirinya bisa berbahasa ular ( Parseltongue), beberapa murid Hogwarts pun menuduh kalau Harrylah si pewaris Slytherin yang telah melepaskan monster dan menyerang siswa – siswa Hogwarts.

dengan tekad ingin membersihkan namanya, Harry dan ron pun berusaha mencari tahu siapa sebenarnya si pewaris Slytherin yang sesungguhnya. Ketika keadaan semakin parah dan Kepala Sekolah Hogwarts, Albus Dumbledore, harus dikeluarkan dari sekolah, harry dan Ron pun mengikuti para laba – laba ke hutan terlarang, sesuai petunjuk Hagrid.

Setelah mendapat berbagai petunjuk, Harry dan Ron pun akhirnya mengetahui kalau monster yang dimaksud adalah seekor ular Basilisk raksasa, yang berpindah didalam sekolah melalui pipa – pipa air, dan kalau pintu masuk ke sarangnya adalah toilet wanita yang ditempati oleh hantu Moaning Myrtle (Myrtle Merana)

Dengan tekad untuk menyelamatkan Ginny Weasley, adik Ron yang dibawa oleh si Basilisk, Harry dan Ron pun memutuskan untuk masuk ke sarang Basilisk tersebut. Di dalam, Harry akhirnya mengetahui kalau yang mengendalikan Basilisk tersebut adalah Ginny, yang dhasut oleh Tom Ridle, yang merupakan jiwa Voldemort yang disimpan dalam buku harian yang dimiliki Ginny. Harry pun akhirnya berhadapan dengan Basilisk tersebut dan Tom Ridle, dan berhasil menyelamatkan Ginny.

Harry_Potter_and_the_Chamber_of_Secrets_(US_cover)

Buku Harry Potter and Chamber of Secret ini, meskipun merupakan buku kedua dari 7 buku petualangan Harry di dunia sihir, tapi merupakan buku harry Potter yang pertama saya baca. Membaca buku ini, membuat saya tergila – gila dengan Harry Potter dan segala petualangannya. 🙂

GagaL??? Bersyukurlah!

Membaca judul di atas, sebagan besar dari kita mungkin akan mengerutkan dahinya dan mulai bertanya – tanya, bingung. GAGAL kok malah BERSYUKUR? dan mungkin sebagian pembaca pada akhirnya juga mulai bertanya – tanya mengenai kewarasan saya sebagai manusia, sebagai penulis :D. Hal ini karena sebagian besar orang menganggap Kegagalan itu sebagai cobaan, musibah, yang tak mungkin membuat kita bisa bersyukur. Oke, hal itu memang benar, tapi sekarang coba kita renungkan hal ini sejenak.

Ketika kita gagal, sebagaimana halnya bila kita terjatuh, kita akan merasa sakit, sedih dan mungkin juga menjadi tak memiliki semangat lagi untuk mencoba kembali. Tapi tahukah kamu kalau rasa sakit itu pada akhirnya akan membuat kita kebal, bahkan kuat dan tak terluka lagi saat kita terjatuh (GAGAL) di lain hari? Dengan kata lain, KEGAGALAN membuat kita menjadi lebih KUAT.

Selain itu, ketika kita akhirnya bisa mengatasi rasa sedih karna kita gagal, dan ketika kita memutuskan untuk bangkit lagi, kita pada akhirnya akan mulai berpikir kembali, apa yang salah dengan kita sehingga kita bisa gagal kemarin? Dan tahukah kamu, kalau buah dari pemikiran kita itu pada akhirnya membuat kita bisa memperbaiki diri, merubah kesalahan kita di masa lalu yang membuat kita gagal. Hal ini berarti, KEGAGALAN membuat kita menjadi lebih BAIK lagi.

Sadar atau tidak, setelah kita mengalami KEGAGALAN, selanjutnya kita pasti akan lebih peka, lebih berhati – hati, agar kita tidak lagi melakukan kesalahan yang dapat menyebabkan kita GAGAL. Berarti, KEGAGALAN juga membuat kita menjadi lebih HATI – HATI.

Nah, setelah membaca uraian di atas, tahukan, alasan kenapa saya berpandapat kita perlu BERSYUKUR ketika kita GAGAL? 🙂 karna KEGAGALAN itu membuat kita menjadi LEBIH KUAT, LEBIH BAIK, dan LEBIH BERHATI – HATI lagi dalam bertindak. Selain itu, kita sebaiknya memiliki keyakinan kalau KEGAGALAN itu adalah suatu KESUKSESAN yang tertunda, sehingga kita bisa berbesar hati dalam menerima KEGAGALAN kita. Kita juga harus yakin, tak ada orang yang selamanya GAGAL terus ataupun SUKSES terus, semuanya pasti akan dirasakan setiap orang secara silih berganti. Hari ini GAGAL, tapi bisa jadi besok akan Sukses, demikian sebaliknya, hari ini sukses, bisa jadi besok kita GAGAL. 🙂

Jadi, setuju kan? kalau kita juga perlu BERSYUKUR ketika kita GAGAL? intinya, tetap semangat, terus berusaha dan berdoa. Jangan terlalu larut dalam kesedihan karena GAGAL, apalagi sampai depresi berlama – lama.Ingat dan sadarilah, kamu tidak akan berada dalam KEGAGALAN selama – lamanya. 🙂

Harry Potter and the Sorcerer’s Stone

Harry_Potter_and_the_Sorcerer's_Stone

Harry Potter, tidak pernah merasakan menjadi terkenal dan memiliki banyak teman. Sejak kematian orang tuanya, dia tinggal bersama paman dan bibinya serta sepupunya, yang seakan tidak menyukai kehadirannya.

Tapi semua itu berubah, setelah ulang tahunnya yang ke sebelas dan kemunculan pria setengah raksasa, Rubeus Hagrid. Dia mendapat surat dari sekolah sihir Hogwarts, yang tak pernah dia ketahui sebelumnya, kalau dia telah terdaftar disekolah sihir tersebut. Betapa tercengangnya Harry, mengetahui bahwa dirinya ternyata seorang penyihir, dan bahwa sebagian besar komunitas sihir mengenalnya, sebagai anak yang bertahan hidup (The boy who lived).

Petualangan Harry pun dimulai di sekolah sihir Hogwarts. Harry tidak hanya mendapat teman baru yang baik (Ron Weasley dan Hermione Granger), tetapi juga musuh yang selalu mengganggunya (Draco Malfoy). Dia juga ikut memperkuat tim Quidditch (Olahraga sihir dengan menggunakan sapu terbang, empat bola, dan tiga tiang gawang di masing – masing tepi lapangan) asramanya, Griffindor, menjadi pemain Quidditch termuda sepanjang abad.

Petualangan Harry ternyata tidak hanya berhenti sampai dipertandingan Quidditch, perebutan piala asrama, ataupun menghadapi Draco Malfoy dan teman – teman slyttherin nya yang sepertinya benci terhadap Harry. Tetapi juga dia harus berhadapan kembali dengan penyihir kejam yang paling ditakuti di dunia sihir, yang telah membunuh orang tuanya, Lord Voldemort, untuk mempertahankan Sorcerer’s Stone, Batu bertuah.

 

Harry Potter adalah salah satu buku yang paling saya gemari diantara semua buku yang pernah saya baca. Ceritanya sungguh menarik, dan seakan membawa kita ikut berpetualang bersama Harry di Hogwarts. Harry Potter and the Sorcerer’s Stone adalah buku pertama dari tujuh buku Harry Potter yang ditulis oleh J.K Rowling. Kesuksesan Harry Potter, yang ketujuh Bukunya telah difilmkan oleh Warner Bross, juga telah mengantarkan penulisnya, J.K Rowling, dari seorang miskin yang hidup dari dana sosial pemerintah Inggris, menjadi salah satu orang terkaya di Inggris.

Kebohongan Ibu

Ibu selalu mengajarkan pada kita untuk selalu berprilaku dan bersifat jujur, baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri. Ibu selalu mengingatkan, supaya kita jangan pernah berbohong, baik dalam prilaku maupun dalam ucapan kita.

Tapi, tahukah kamu kalau terkadang Ibu terpaksa harus berbohong kepada kita?

Suatu ketika, seorang Ibu miskin yang hanya tinggal berdua dengan anak laki – lakinya, yang belum mendapat makanan apapun selama dua hari kemarin, mendapatkan sepotong roti. Dengan ikhlas, Ibu itu menyerahkan seluruh roti itu kepada anaknya. Ketika si anak membagi roti itu untuk ibunya, si Ibu berkata sambil tersenyum “Makanlah, ibu tidak lapar” iitu kebohongan ibu yang pertama.

suatu hari lagi, saat si anak ujian, si Ibu menunggu diluar, dibawah teriknya matahari dengan termos kecil berisi sirup. ketika si anak keluar dari ruang ujian, si Ibu dengan segera menuang seluruh isi termos tersebut kedalam gelas, dan memberikannya kepada si anak. ketika si anak memberikan sebagian sirup tersebut kepada ibunya, dengan tersenyum dan sambil mengelus rambut si anak, si ibu berkata”minumlah, Ibu tidak haus”. kebohongan ibu yang kedua.

ketika si anak sudah bekerja, si anak memberikan gaji pertamanya untuk si Ibu, yang masih hidup kekurangan. Dengan halus, si Ibu menolak, dan berkata “simpanlah uang itu untukmu, Ibu masih mempunyai simpanan uang”. Kebohongan Ibu yang ketiga.

ketika si Ibu semakin tua dan hanya bisa terbaring lemah di ranjang serta menahan sakit, si anak menemaninya, memandang ibunya dengan sedih. si Ibu, dengan senyum lemah menahan sakit, berkata “jangan sedih anakku, ibu tidak kesakitan. Ibu akan sembuh”. kebohongan Ibu yang keempat.

Begitulah, Ibu selalu mengajarkan kejujuran kepada anak – anaknya. tetapi, tak jarang Ibu harus berbohong demi membuat anaknya merasa tenang dan nyaman. Ya, seorang Ibu tidak pernah sengaja berbohong. Semua itu semata – mata demi kenyamanan anaknya, agar anaknya tak menghawatirkan keadaan Ibu. karna Ibu tidak pernah mau membuat anak – anaknya cemas dan khawatir akan keadaan dirinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

AYAH

Pernah gak ayah berkata seperti ini pada kamu?

“Masa begitu saja nggak bisa?”

“Yang lain bisa, kok kamu nggak bisa?”

gimana perasaan kamu saat itu? marah? geram? kesal? atau merasa nggak berguna, merasa direndahkan?

tahu nggak sih, sebenarnya ayah berkata seperti itu sama sekali nggak bermaksud untuk merendahkan kamu. tapi ayah berkata seperti itu karna ingin yang terbaik buat kamu, agar kamu bisa termotivasi, bisa mengerahkan yang terbaik yang ada dalam diri kamu.

semua itu karna ayah selalu percaya pada kamu, karna ayah satu – satunya orang yang selalu percaya pada kemampuan kamu, bahkan disaat orang lain tak ada yang percaya padamu, bahkan disaat kamu sendiri merasa ragu dengan kemampuan kamu. Karna ayah selalu berpikir, “You are my son/my daughter, I know you, I know your ability.”

ingatlah, semua orang tua, termasuk ayah, selalu ingin yang terbaik untuk anaknya. Sejelek apapun orang tua, sejelek apapun seorang ayah, mereka tetap ingin yang terbaik untuk anaknya, mereka tetap tak ingin anaknya jelek/rusak. Seorang pencuri pun tak ingin anaknya juga menjadi pencuri. semua orang tua ingin anaknya sukses, menjadi orang besar.

jadi, tetaplah sayangi ayahmu, meskipun ayah kadang bersikap keras padamu. Ingatlah, semua itu untuk kebaikan mu sendiri!  🙂

Syukur

Belakangan ini, banyak dari kita yang lupa bersyukur. Padahal Allah tidak pernah henti – hentinya memberi kita rahmat-Nya. Coba saja kita hitung, berapa rahmat yang telah Allah berikan pada kita dalam sehari saja. Dapatkah kita hitung? tidak bisa! bahkan untuk menghitung Rahmat- Nya yang diberikan pada kita dalam satu jam saja, kita tidak akan bisa.Hal itu sesuai dengan firman-Nya dalam surat An-Nahl ayat 18 : “Wa in tauddu ni’matallahi laa tukhsuuha” yang artinya “Dan jika kalian menghitung nikmat ku Allah, niscahya tidak akan bisa”.

bersyukurlah kita tidak diperintah untuk menghitung nikmat-Nya, melainkannya hanya diperintah untuk mensyukurinya. Tapi ternyata, dengan perintah bersyukur pun banyak dari kita yang sering lalai. Padahal Allah telah menjanjikan siksa-Nya pada siapapun hamba-Nya yang tidak mau bersyukur. Sebagaimana firman-Nya : “Lainsyakartum laazidannakum walainkafartum inna adzabi lasyadiid” yang artinya : “niscahya jika kalian mau bersyukur, maka aku Allah akan menambah nikmat-Ku pada kalian, dan jika kalian kufur (tidak mau syukur) maka ketahuilah sesungguhnya siksa-Ku Allah itu pedih”.

Nah, dengan ancaman seperti itu, tidakkah kita merasa takut? Hendaklah kita merasa takut, dan jika kita merasa takut, tentu kita tidak akan pernah lalai untuk bersyukur.

Bersyukur sendiri tidak cukup hanya dengan ucapan “Alhamdulillah” saja, tapi juga harus disertai dengan perbuatan.  Yakni dengan meningkatkan ibadah kita pada-Nya dan menjauhi larangan-Nya. selain itu, kita juga wajib bersyukur pada perantara nikmat Allah tersebut (manusia). Karna sebagian nikmat itu tidak langsung datang pada kita dengan sendirinya, melainkan juga melalui orang – orang disekitar kita, maka kita juga wajib bersyukur/ berterima kasih pada mereka. Bahkan meskipun jika pemberian itu hanya pemberian kecil bagi kita, kita juga tetap harus bersyukur. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, yang artinya : “Tidak dikatakan syukur kepada Allah jika kita tidak bersyukur pada manusia” serta dalam hadis yang lain disebutkan : “Tidak dikatakan syukur pada barang yang besar jika kita tidak bersyukur pada barang yang kecil/sedikit”

Jadi, biasakanlah untuk selalu bersyukur, terhadap rizki apapun yang diberikan kepada kita, dan kepada siapapun perantara rizki tersebut.

Jadi, sudah bersyukurkah kita hari ini?

“ALHAMDULILLAH” 🙂

Gadis Kecil

Seorang gadis kecil, yang selalu tersenyum dan tertawa, selalu riang dan terlihat bahagia, tanpa ada yang tahu, kalau sebenarnya hatinya terluka, kalau sebenarnya dia selalu menjerit, menangis,,

Gadis kecil itu sukses memakai topengnya, berakting seolah tak ada satupun beban hidup yang menghimpitnya, walau sebenarnya dia sendiri sudah tak kuat lagi menahan beban tersebut, tak mampu lagi bertahan.

Sesekali gadis kecil itu ingin melepas topeng yang dirasanya semakin berat, ingin menjerit mencurahkan seluruh isi hatinya, sebelum akhirnya dia tersadar, Untuk apa? Meskipun dia menjerit sekuat tenaga, tak ada satu orang pun yang akan mendengar, tak ada satu orang pun yang akan peduli.

Terkadang gadis kecil itu berpikir, akankah ada seseorang yang dapat mengerti dirinya? melihat menembus tebalnya topeng yang ia kenakan? melihat kedalam hatinya yang kosong dan merana? ataukah dia akan terus selamanya sendiri dalam kesepian hingga akhir hayatnya, tanpa ada seorang pun yang mengerti dirinya?